Berpaling Pada Menstrual Cup

Namanya “Menstrual Cup” dan belakangan ini kembali mencuri perhatian para penggiat kampanye #zerowaste khususnya di Indonesia. Menstrual cup ini bukan barang baru sih, tapi memang gaungnya masih jarang terdengar di Indonesia. Butuh momen khusus (seperti kampanye-kampanye peduli lingkungan) untuk kembali menyerukan produk-produk ramah lingkungan ini — seperti sedotan alumunium, bambu, kaca juga. Nah, karena kekepoan gue itulah … Continue reading Berpaling Pada Menstrual Cup

Advertisements

Kenapa Harus Resign!?

Hari itu, 8 Januari 2018, gue deg-degan di depan laptop sambil menunggu pukul 11 siang tiba. Ada misi penting yang harus gue lakukan dan berharap nggak gagal. Internet sudah gue pastikan tidak akan error dan jari gue nggak akan kram hanya untuk meng-klik tombol submit nanti. PO 'berdarah' - istilah netijen terhadap kegiatan pre-order novel … Continue reading Kenapa Harus Resign!?

Cinta Keras Kepala [1]

Dengan adanya teknologi yang semakin maju saat ini, tidak bisa dipungkiri segala sesuatunya bisa berlangsung instan. Berkirim pesan, gambar, suara, bahkan video sudah bisa dalam hitungan kedip (oh iya, tergantung koneksi internet juga sih). Hal lainnya yang bisa berlangsung instan adalah perkenalan. Siapa saja bisa berkenalan dengan mudah apabila mengetahui akun media sosial maupun nomor aplikasi perpesanan orang lain. Parahnya, bisa saja terjadi aksi penindasan melalui media berbatas layar gawai tersebut.

[Review] Legacy – Pratiwi Mayasari

Oke, ini pengakuan. Gue baru tuntas membaca "Legacy" setelah wujudnya sebuah buku. Dulu banget, Legacy lahir di Storial atau mungkin di catatan pribadi penulisnya, Pratiwi Mayasari atau biasa dipanggil Maya. Nah, dulu itu gue memilih beberapa tulisan di Storial untuk diajukan ke beberapa penerbit (ehm, yang ini kayaknya Maya nggak tahu) dan juga ke salah satu … Continue reading [Review] Legacy – Pratiwi Mayasari

Twenty Eighteen

Oh, hai 2018! Here's your short recaps about 2017: 2017 mungkin bukanlah tahun terbaik buat gue. Up and down dalam berbagai bidang kehidupan terjadi. Mirip dengan tahun 2016. Tapi lagi-lagi gue bisa survive melewati semuanya. Bukan berarti melewati dengan mulus juga. Beberapa kali hampir menyerah, berkali-kali mencari pertolongan, tapi tetap pejuangnya ya gue berdua dengan … Continue reading Twenty Eighteen